Ketika Service tidaklah cukup!

14 May 2010

Kita sering mendengar filosofi bisnis mengenai konsumen adalah raja, jadi di ibaratkan bahwa jika kita mau berhasil dalam bisnis kita jadikanlah konsumen / pembeli sebagai raja, berikan mereka service no 1 dan bisnismu akan berkembang dengan luar biasa, tapi apakah benar filosofi itu masih bisa dipakai saat ini dengan perkembangan dunia bisnis yang begitu kompleks, saya bukanlah ahli dalam ilmu marketing atau bisnis, tapi hanya seorang Awam yang mencari jawaban dari pertanyaan yang mengganggu saya, mungkin akibat ikut seminar dari Hermawan Kertajaya / markplus membuat otak saya heng dan berfungsi tidak normal (ga mampu otak ini diberi ilmu yg tinggi hehehe) dari begitu banyak kata-kata yang diucapkan dan juga dikutip dari bapak marketing modern Philip Kotler, satu yang terngiang-ngiang di otakku sampai terbawa mimpi (lebay mode : on ) adalah berubahnya kata-kata Service untuk Konsumen ke tingkat yang lebih tinggi yaitu Care (peduli)

Sekarang dengan persaingan yang sangat ketat dari kompetitor, dan pressure yang sangat tinggi dari Konsumen membuat Penjual (produsen, pedagang) harus meningkatkan layanan after salesnya dari yang semula berupa service menjadi care atau peduli, sekarang kita tidak lagi dituntut untuk memberikan layanan atau service tapi sudah memasuki jenjang yang lebih dalam lagi yaitu Care atau peduli, dari google translate didapatkan arti dari kata-kata service itu adalah:

1. Melayani
2. memperbaiki
3. memeriksa
4. mereparasi
5. layanan
6. pelayanan

Bedakan dengan kata-kata care :

1. Peduli
2. mengurus
3. memelihara
4. memperhatikan
5. perawatan
6. perhatian
7. pemeliharaan

Dari kata-kata ini bisa ditelaah bahwa Care lebih bertindak aktif dari service, analogi simplenya jika kita beli sepeda motor, maka saat kita beli motor maka akan diantar ke rumah, diberi beberapa bonus (helm, jaket biasanya) jika Motor kita terasa tidak enak lagi dibawa (rusak) dibawa ke bengkel resmi dan diperbaiki, hanya sampai disitu saja Servicenya, tetapi jika Produsen motor itu sudah mengimplementasikan manajeman care di perusahaannya, service yang berlaku tadi masih ditambah dengan care (peduli), dengan cara bagaimana ?

Ga usah jauh-jauh lah  bahas produsen luar negeri, kita bisa melihat langsung salah satu bentuk kepedulian Yamaha ke pada Konsumennya dengan cara membentuk Community yaitu di Yamaha-Friends ini, di Yamaha-Friends ini Yamaha ingin menunjukkan bahwa pihak Yamaha ingin berdampingan dengan Konsumennya bukan saja dengan memberikan service saja tapi juga dengan memberikan layanan terbaik yaitu kepedulian, perhatian, dll

So mungkin sekarang filosofi Konsumen sebagai raja perlu diganti dengan Konsumen adalah Sahabat karena Sahabat pasti memberikan yang terbaik bagi sahabatnya🙂
yuk Monggo di share pendapat Friends

11 Responses to “Ketika Service tidaklah cukup!”

  1. Chita Says:

    Tengok kanan!
    Kiri!
    Podiumkah?
    Pertamaxkah?

  2. Chita Says:

    Yes!
    O yeah!

  3. Rossi73 Says:

    Pertamax plus.. Yamaha emg pabrikan motor terbaik, selalu mengerti akan kemauan konsumen.. Dgn adanya komunitas YF, member pun dimanjakan dgn adanya event2 Yamaha.. Yamaha, Semakin Di Depan..


  4. pkoke sak komen-komene sing penting komen

  5. Bonsai Biker Says:

    Bro untuk nampilin komen terkhir klik di “Tampilan” dashboard, kemudian pilih “widget” lalu pilih “tampilin komen terakhir” tarik ke kanan, beres

  6. A Seen Says:

    yamaha semakin di depan, cewek cakep makin ketinggalan

  7. Dani Ramadian Says:

    Kayaknya céwéknya paké
    Vario n BeAT lhooo….

    xixixi
    *) mencoba belajar memanaskan suasana


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: